Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pertemuan di Tampak Siring Bali menetapkan sejumlah target untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional hingga lima tahun mendatang terkait bidang ekonomi dan kesejahteraan sosial untuk percepatan pembangunan.
Hal ini tertuang dalam 10 direktif Presiden yaitu, pertumbuhan lebih tinggi; pengangguran menurun dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak; kemiskinan harus makin menurun; stabilitas ekonomi; pembiayaan dalam negeri yang makin kuat; ketahanan pangan dan air meningkat; ketahanan energi meningkat; daya saing meningkat; dan memperkuat green economy (ramah lingkungan). sumber gambar: askindonesia.com
Seperti yang telah diungkapkan beberapa media bahwa seyogyanya rapat kerja yang telah dilakukan oleh pemerintah tidak hanya membuat rencana tujuan, tetapi rencana dan keputusan cara untuk mencapainya. Pemerintah bukan akademisi, sehingga raker yang dilakukannya harus menghasilkan policy action bukan policy paper apalagi academic paper.
Tidak dapat dipungkiri, sebagian kalangan memandang skeptis terhadap keputusan yang dihasilkan di Tampak Siring belum menghasilkan strategi implementasi yang konkrit. Karena beredar kabar, pemerintah daerah dan pusat harus segera mengerjakan pekerjaan rumah untuk menjabarkan 10 direktif Presiden tersebut. Hal ini diduga terlalu banyak waktu diperlukan dan terlalu bertele-tele proses yang harus dilakukan.
Selayaknya kitapun dapat memandang cara yang berbeda tentang direktif yang di hasilkan di Tampak Siring. Ini merupakan suatu momentum untuk memberikan sumbangsih dan kontribusi nyata kepada Bangsa dan Negara kita sesuai dengan arahan pemerintah serta peran dan profesi yang kita miliki tentunya. Bukankah pembangunan bangsa ini menjadi tanggung jawab kita semua? baik pemerintah, swasta, akademisi dan masyarakat umum lainnya?
Dari direktif pemerintah yang telah dihasilkan, menarik bagi kami untuk memfokuskan diri pada pertama daya saing ekonomi, Presiden mengungkapkan, “Daya saing ekonomi nasional meningkat melalui peningkatan infrastruktur ekonomi di seluruh tanah air, membangun keterhubungan, dan inovasi teknologi besar-besaran. Iklim investasi yang makin baik dan produktifitas nasional, disumbang oleh inovasi dan efisiensi,”. Kedua pembangunan ramah lingkungan, dimana Presiden juga menekankan untuk mewujudkan hal itu diperlukan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berwawasan lingkungan. Untuk mendukung kedua hal tersebut diatas dalam rapat kerja di Tampak Siring pemerintah memutuskan untuk segera membentuk Komite Inovasi Nasional dan Komite Ekonomi Nasional agar memperkuat industri nasional yang sekaligus untuk optimalisasi daya saing produk.
Kamipun memandang bahwa proses transformasi global yang dewasa ini sedang berlangsung pada dasarnya digerakkan oleh dua kekuatan besar, yakni perekonomian dan kemajuan inovasi teknologi. Keduanya kait-mengait dan saling menunjang. Perekonomian yang meningkat bukan hanya mendorong proses alih teknologi, tetapi juga penguatan teknologi. Sebaliknya peningkatan inovasi teknologi akan memperlancar dan mendorong arus barang, uang, jasa dan informasi. Interaksi antara keduanya itu telah mendorong terjadinya penyesuaian struktural perekonomian di banyak negara di dunia, baik di negara maju, maupun negara berkembang. Keseluruhan proses itu menghasilkan ekonomi dunia yang makin terintegrasi.
Prinsip pengembangan inovasi yang diterapkan termurah dari sudut ekonomi, menggunakan sumberdaya alam maupun sumber daya manusia yang murah walaupun dari sudut lingkungan bisa saja dinilai mahal harus segera ditinggalkan. Pengembangan inovasi kedepan perlu menilai unsur lingkungan dengan harga yang wajar. Upaya yang dapat dilakukan melalui pengembangan teknologi ramah lingkungan adalah teknologi yang hemat sumberdaya lingkungan meliputi bahan baku material, energi dan ruang, dan karena itu juga sedikit mengeluarkan limbah baik padat, cair, gas, kebisingan maupun radiasi dan rendah risiko menimbulkan bencana serta tentu memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Pendekatan inovasi teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan harus secara maksimal diupayakan. Pencegahan pencemaran melalui proses dan produk dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi yang tidak menghasilkan atau seminimal mungkin menghasilkan limbah. Oleh karena itu pengembangan teknologi pengelolaan lingkungan dilakukan secara berkesinambungan.
PT. Indonesia Environment Consultant (PT. IEC) sebagai perusahaan konsultan yang bergerak di bidang teknik, teknologi dan manajemen lingkungan dalam kesempatan ini ingin mengambil inisiatif atau peranan untuk memfasilitasi pengembangan teknologi lingkungan. Harapan kami agar kreasi inovasi teknologi ramah lingkungan yang sesuai dengan potensi Bangsa Indonesia dapat terwujud. Melalui inisiatif ini diharapkan akan menjadi sebuah upaya dan implementasi langkah strategis dalam menciptakan teknologi pembangunan yang berkelanjutan dalam rangka menjawab arahan pemerintah yang telah dicetuskan di Tampak Siring terutama terkait dengan daya saing ekonomi dan pembangunan ramah lingkungan.
Komitmen inisiatif ini rencananya akan kami rangkai dalam bentuk kegiatan Indonesia Innovation Environment Award, hal ini bertujuan untuk memotivasi sumber daya manusia Indonesia untuk melakukan pengembangan ide-ide orisinil, inovatif, aplikatif serta memberikan nilai tambah dalam pengembangan inovasi teknologi lingkungan dan menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi nasional.
Penulis: E. Kurniawan
Editor: Yasir. N
